Setelah Dukung Anies Sandi, Kini KSPI Dukung Prabowo Presiden 2019 - Portal Sumut

Selasa, 01 Mei 2018

Setelah Dukung Anies Sandi, Kini KSPI Dukung Prabowo Presiden 2019

Setelah Konferedasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendukung salah satu calon Gubernur periode 2017-2022, yang saat ini telah menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta Anies-Sandi, kini organisasi serikat buruh ini memutuskan akan mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019.
Saat itu, deklarasi dukungan kSPI terhadap Anies-Sandi dilakukan di kantor DPP Partai Gerindra di Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (1/4/2017). Deklarasi dukungan secara simbolik juga ditandai dengan penandatanganan perwakilan pimpinan beberapa organisasi serikat buruh dan disaksikan oleh Anies-Sandi dan beberapa petinggi Partai Gerindra. Beberapa di antaranya adalah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Serikat Pekerja Nasional (SPN).
Kini dukungan KSPI terhadap Prabowo akan dideklarasikan pada peringatan Hari Buruh Internasional, hari ini (1/5/2018), yang akan dihadiri ribuan anggota KSPI di Istora. "Di Istora, kami akan deklarasi calon presiden yang didukung buruh, yaitu Prabowo Subianto," ujar Presiden KSPI Said Iqbal, Minggu (29/4/2018).
Sepertinya KSPI tidak menyesali keputusan untuk tetap ikut berpolitik dan mendukung Anies Sandi. Pasalnya, organisasi serikat buruh ini pernah mengancam akan mencabut dukungan terhadap Anies-Sandi, karena menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2018 sebesar Rp 3,6 juta. Buruh menganggap angka itu tidak sesuai dengan survei kebutuhan hidup layak yang nilainya mencapai Rp 3,9 juta. Bahkan Presiden KSPI Said Iqbal pernah mengatakan, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jauh lebih berani dalam memutuskan UMP ketimbang Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. "Ternyata Ahok jauh lebih berani dan ksatria dalam memutuskan UMP pada waktu itu ketimbang Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang lebih mengumbar janji," kata Said dalam keterangan tertulis, Kamis (2/11/2017). Kendati demikian, ancaman tersebut tidak benar-benar direalisasikan hingga upah minimun DKI Jakarta disahkan. Bahkan hari ini rencananya KSPI akan mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo untuk menjadi Presiden periode 2019-2024.
Salah satu alasan KSPI mendukung Prabowo karena paket kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo dianggap merugikan buruh. "14 paket kebijakan ekonomi pemerintahan Pak Joko Widodo bagi kami merugikan buruh, termasuk PP Nomor 78 (Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan)," kata Said.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar