Miris, Bangunan Taj Mahal Berubah Warna Karena Ini. - Portal Sumut

Kamis, 03 Mei 2018

Miris, Bangunan Taj Mahal Berubah Warna Karena Ini.


Bangunan megah Taj Mahal yang pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia pada tahun 2016 kini berubah warna. Mahkamah Agung India khawatir melihat kondisi terkini Taj Mahal yang merupakan simbol cinta dari Kaisar Mughal, Shah Jahan, kepada salah satu selirnya, Mumtaz Mahal, itu yang semakin hari berubah warna. Perubahan warnanya dari putih gading menjadi kuning, cokelat, dan hijau.
Dilansir Portal Sumut melalui Newsweek, penyebab dari perubahan warna ini adalah karena adanya polusi, debu dari pembangunan, dan kotoran serangga.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) juga pernah merilis laporan soal 15 kota paling berpolusi di dunia. Dari daftar 15 kota paling tercemar di dunia itu, 14 di antaranya rupanya berlokasi di India.  
Kanpur, kota industri di India yang terletak 273 kilometer dari Taj Mahal, dinobatkan sebagai kota paling tercemar di dunia.
Bahkan sebelumnya, dua buah pilar di Taj Mahal pun sempat dilaporkan mengalami keruntuhan pada bulan lalu akibat angin kencang.
Hakim Madan B. Lokur dan Deepak Gupta mengatakan pemerintah India telah gagal melindungi Taj Mahal dan harus mencari bantuan dari luar negeri untuk melindungi salah satu keajaiban dunia ini.
"Sebelumnya Taj Mahal berubah kuning dan sekarang menjadi cokelat dan hijau. Ini sangat serius. Sepertinya kalian (pemerintah) tidak berdaya," kata para hakim kepada The Times of India.
"Kalaupun kalian memiliki kemampuan, tentu kalian tidak menggunakannya. Atau mungkin kalian memang tidak peduli."
Madan dan Deepak juga menyebut pemerintah sekarang ini hanya menjadikan Taj Mahal sebagai mesin uang dengan menarik para turis asing untuk datang.
Keadaan terbaru Taj Mahal telah dipotret oleh seorang pengacara lingkungan hidup M. C. Mehta dan foto inilah yang kemudian menarik perhatian Mahkamah Agung India. Mehta selama ini terlibat dalam perjuangan yang sudah berlangsung 30 tahun untuk melindungi Taj Mahal.
Mehta meyakini, Archeological Survey of India (ASI) dan pemerintah adalah pihak yang seharusnya paling bertanggungjawab dalam hal ini karena gagal melindungi Taj Mahal.
Polusi sungai di India telah menarik serangga untuk datang dan merusak Taj Mahal. Masalah ini telah diketahui selama dua tahun ketika ASI menemukan ada hubungan antara noda hijau hijau di dinding marmer dan batuan merah Taj Mahal dengan kehadiran serangga.
"Ada serangga aneh yang meninggalkan jejak di sana, baik itu kotorannya atau mungkin sejenis bakteri yang menempel di dinding," kata seorang pejabat ASI kepada The Hindustan Times pada April 2016.
Serangga itu teridentifikasi sebagai serangga berjenis Goeldichironomus. Mereka memiliki bentuk menyerupai nyamuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar