Hari Buruh, Gubernur Yogyakarta Diancam Dibunuh - Portal Sumut

Rabu, 02 Mei 2018

Hari Buruh, Gubernur Yogyakarta Diancam Dibunuh

Aksi unjuk rasa yang berlangsung di simpang tiga Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta berakhir ricuh. Dalam aksi itu, massa membakar pos polisi di pertigaan UIN Sunan Kalijaga.
Polisi pun telah menangkap 69 orang yang terlibat dalam aksi tersebut. Aksi itu juga diketahui sudah dipersiapkan, baik itu peralatan maupun langkah rencana memprovokasi.
Polisi juga berhasil mengamankan bom molotov dengan berbagai merk botol seperti botol Congyang 24 buah, botol Prost 12 buah, boto AO 2 buah, dan botol kratingdaeng 17 botol. Selain itu pula turut diamankan beberapa spanduk, 5 kaleng pilok, 4 mercon plastik berisi bahan bakar berjumlah, dan 10 batu.
Pendemo juga sempat menuliskan kalimat 'Bunuh Sultan' dengan cat pilok. Hal ini membuat masyarakat Yogyakarta sedikit heboh karena ancaman tersebut. Namun, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya kejadian ini, apalagi polisi sudah mengamankan 69 orang dan menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam aksi ini.
"Kalau masyarakat (imbauannya) jangan terpancing oleh provokasi. Tenang saja. Kan sudah ada 69 (pendemo yang diamankan)" kata Sultan usai peringatan Hari Pendidikan Nasional di alum-alun utara Kota Yogyakarta, Rabu (2/5).
Bahkan Sultan menyatakan tidak akan melaporkan hal itu ke polisi.
"Enggak apa apa. Enggak semudah itu, enggak usah melaporkan," tuturnya.
"Opo-opo kok dilaporkan," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar