• Rabu, 26 April 2017

    Ahok & Mahfud MD Geram Menanggapi Isu Rekayasa Karangan Bunga


    Screenshot percakapan WA tersebar di media sosial. Sejauh ini, kebenaran dari percakapan WA itu masih belum dapat dipastikan. Di dalam screenshot tersebut seolah-olah tukang bunga tengah WhatsApp dengan Ahok. Ahok disebut memesan 1.200 karangan bunga dan dikirim ke Balai Kota secara bertahap agar terlihat alami.

    Netizen ramai membahas screenshot tersebut di media sosial. Banyak yang tidak percaya, juga tidak sedikit yang percaya.

    Di dunia maya twitter, Mahfud MD menanggapi netizen terkait beredarnya kabar ratusan karangan  bunga untuk Ahok dikirim oleh kubu Ahok melalui twitter.

    “Macam manam mau rajut kembali keharmonisan. Si empat huruf dan buih-buihnya masih saja jadi tuti: tukang tipu dan penebar kebohongan,” tulis akun @azoel_together sembari memention ke akun Mahfud.

    Mahfud tampaknya sedikit kesal. Menurutnya masalah sepele ini tak perlu diributkan, lantaran karangan bunga tak melanggar hukum.

    “Itu tak melanggar hukum, tak usah diributin,” tulis Mahfud, Rabu (26/4/2017).

    "Biarin sj, kenapa, sih? Anda jg bs karangan bunga utk AHY misalnya krn tlh berani ikut Pilgub. Itu tak melanggar hukum, tak usah diributin.", lanjutnya.

    Disisi lain, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering disapa Ahok lantas menanggapinya dengan mimik geram saat menjawab tudingan bahwa karangan bunga di Balai Kota merupakan rekayasa.

    "Kamu coba tanya saja sama mereka (warga) sendiri," kata Ahok seraya menunjuk warga yang tengah mengerubutinya di Pendopo Balai Kota, Rabu (26/4/2017).

    Nada bicaranya meninggi ketika disinggung soal screenshot percakapan WhatsApp.

    Pada screenshot tersebut, Ahok disebut menginstruksikan bunga berasal dari semua kalangan, serta dapat dimuat media sosial.

    "Lu baca aja, bikin capture-an palsu aja bodoh. Hijaunya (bagian percakapan berwarna hijau di WhatsApp) kebaca ke siapa? Lo perhatiin betul-betul," kata Ahok.

    Ahok merasa kesal dengan pihak yang membuat-buat percakapan tersebut.

    "Orang yang bikin itu ya, maunya apa dari gue gitu lho? Lu tanya maunya dia apa yang bikin itu," kata Ahok sambil menunjuk-nunjuk wartawan yang menanyakan hal itu.

    Karangan bunga untuk Ahok dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat terus berdatangan ke Balai Kota sejak Jumat (21/4/2017) hingga Rabu. Jumlahnya disebut-sebut mencapai ribuan karangan bunga.

    10 komentar:

    1. Logikanya,,, kalo mau direkayasa bagaimana caranya mengatur begitu banyak nama dan periksa aja pembayarannya pasti via bank kok,,, gak usah cemburu deh,, gw sdh tranfer duit utk beli bunga dibilang duit ahok, menghina kali kalian ya manusia bumi datar dan sumbu pendek,,,

      BalasHapus
    2. lu mau karangan bunga jg?? oke bsk dikirimin yg tulisannya turut berduka cita ya. . .

      BalasHapus
    3. cuma bisa bilang OMG....cara pikir kok dangkal amat

      BalasHapus
    4. Hhhh udah jelas bngt editan nya.msak gk bs bedain editan sm bukan.....cri lah kekurangn diri msing2 jngn kbiasa an mnghakimi hidup orang....

      BalasHapus
    5. Hhhh udah jelas bngt editan nya.msak gk bs bedain editan sm bukan.....cri lah kekurangn diri msing2 jngn kbiasa an mnghakimi hidup orang....

      BalasHapus
      Balasan
      1. Andaikan smua bs berpikiran spt anda....indonesia pastilah negara no 1 sedunia

        Hapus
    6. Semoga orang yg ingin Ahok serba salah.... sadar!, dan paling tidak legowo kalo masih banyak pengikut AHOK yg masih peduli orang waras sperti AHOK!!

      BalasHapus
    7. Editan tolol, yg bikin org tolol, yg suruh psti lbh tolol lg , punya otak kayak babi, letaknya di pantat pula. ... Mati deh mendingan

      BalasHapus
    8. Promo www.Fanspoker.com :
      - Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
      - Bonus Cashback 0.5% Setiap Senin
      - Bonus Referal 20% Seumur Hidup
      || bbm : 55F97BD0 || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

      BalasHapus