• Sabtu, 02 Juli 2016

    Haruskah Syarfi Hutauruk Dipanggil Paksa?



    Lagi, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk tidak memenuhi panggilan kedua Pidsus Kejati Sumut beberapa hari kemarin. 

    Rencananya setelah lebaran, penyidik akan kembali melayangkan surat panggilan ketiga kepada Walikota Sibolga.
    "Setelah Lebaran, penyidik akan melayangkan surat panggilan ketiga terhadap Wali Kota Sibolga", tutur Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Bobbi Sandri.
    Rencananya, jika masih mangkir pada pemanggilan ketiga ini, penyidik bakal melakukan pemanggilan paksa, jelas Bobbi lagi.

    Pemanggilan Syarfi Hutauruk ini terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah rumah susun sederhana dan perkantoran Pemerintahan Kota Sibolga seluas 7.171 M2 di Jalan Merpati-Jalan Mojopahit, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan. Awalnya tanah itu dibeli dengan harga Rp1,5 miliar kemudian Rp5,3 miliar, sehingga total dana yang dibayarkan sebesar Rp6,8 miliar dari APBD 2012. Diduga terjadi markup dalam pembelian lahan dari warga itu sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp5,3 miliar.

    Menurut penyidik, Syarfi dinilai mengetahui pengadaan tanah susun sederhana dan perkantoran itu, juga tidak menutup kemungkinan Syarfi Hutauruk menjadi tersangka pada kasus pengadaan tanah susun sederhana dan perkantoran itu.

    Sebelumnya, merasa tidak adil dalam penetapan tersangka pada kasus tersebut, pada tanggal 13 Desember 2014, mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Sibolga, Januar Effendi Siregar mendatangi gedung KPK membawa bukti-bukti rekaman dan keterlibatan Syarfi Hutauruk dan meminta agar kasus proyek rusunawa tersebut diambil alih KPK, karena dinilainya kurang objektif.

    Kemudian, pada 13 Juni 2016, Kejati Sumut menahan rekanan proyek itu Adely Lis. Pada 17 Juni 2016, tim pidsus menahan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Sibolga sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran Januar Effendi Siregar. Keduanya ditahan sejak menyandang status sebagai tersangka pada 2013.

    Kedua tersangka dijerat Pasal 2 juncto Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

    1 komentar:

    1. Promo www.Fanspoker.com :
      - Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
      - Bonus Cashback 0.5% Setiap Senin
      - Bonus Referal 20% Seumur Hidup
      || bbm : 55F97BD0 || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

      BalasHapus